Piodalan Ceremony of The ONE Legian 2019

The ONE Legian held a piodalan ceremony which fell on Purnama Kesanga on Tuesday, February 19, 2019 ago, as a form of gratitude to Ida Sang Hyang Widhi Wasa for His help and gifts and had done the Sekala and Niskala customs.

A series of events were carried out on this day such as mebat since early morning, gebogan competition and fashion show competition for Balinese outfit, which was attended by six departments from The ONE Legian, continued with Rejang dance from The ONE Legian’s staff as a symbol of welcome to God, lunch with media partner as one of the invitee, and ended with Dharma Wacana for The ONE Legian’s employee by Ida Mas Dalem Segara who is also the initiator (Pemuput) of the ceremony.

The presence of Ida Mas Dalem Segara became an attraction for the employees of The ONE Legian, he became an inspirational figure because he succeeded in proving that young age is not a matter of being purified. Proben by his sincerity, Ida Mas Dalem Segara, able to prove his ability to become Sulinggih at the age of 23 years.

In line with the experience passed, at the Dharma Wacana Ida Mas Dalem Segara brought the theme “Bekerja Ikhlas Dari hati”. Ida Mas Dalem Segara explained how hard it must be to run the fate of being a Sulinggih. For him, being Sulinggih is not an easy matter. It is need commitment, responsibility with a sense of sincerity in faith. The principle of ngayah, activates is vital in carrying out its role as a Sulinggih. Sulinggih, he continued, logically means a warrior. Ngayah for the God, worship, and serve the community.

This is what he tries to associate with wherever and whatever our work, we need to deliver with a full sincerely and responsibly. A hesitation in doing work must have come, but it is important for us to find one big target that is able to brush aside any negative feelings and even the other person’s opinion that discourages us.

The General Manager of The ONE Legian, Eka Pertama said, “In addition to this ceremony, regarding gratitude for the success of the past, present and future, Dharma Wacana by Ida Mas Dalem Segara can also be provided to inspire our millenial employees to always keep it going and loving what they do. Not only in work in the hotel area but also in their life, day by day. An acceptance to what yours is important.”

“On behalf of The ONE Legian, we greatly appreciate the presence of Ida Dalem Segara Mas a very low profile has been pleased to give us direction and guidance to this ceremony. “, concluded Eka Pertama.

Menarik Antusiasme Staff Milenial, The ONE Legian Undang Ida Mas Dalem Segara

Perayaan Piodalan The ONE Legian 2019

The ONE Legian mengadakan upacara piodalan yang jatuh pada Purnama Kesanga pada Selasa, 19 Februari 2019 lalu, sebagai wujud rasa terimakasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas nikmat dan karunia-Nya dan menjalankan adat Sekala serta Niskala.

Beberapa rangkaian acara dilakukan pada hari tersebut seperti mebat sedari pagi hari, lomba gebogan dan lomba peragaan busana adat ke pura yang diikuti oleh enam departemen dari The ONE Legian, dilanjutkan dengan pertunjukan tari Rejang persembahan staff The ONE Legian sebagai simbol tarian selamat datang kepada Tuhan dan manifestasi Dewa-Dewi, makan siang bersama rekan-rekan media yang turut hadir sebagai undangan serta Dharma Wacana kepada para karyawan The ONE Legian oleh Ida Mas Dalem Segara yang sekaligus sebagai pemuput upacara kali ini.

Kehadiran Ida Mas Dalem Segara menjadi daya tarik sendiri bagi karyawan The ONE Legian, beliau menjadi sosok inspiratif karena berhasil membuktikan usia muda bukan jadi masalah baginya menjadi orang yang disucikan. Terbukti dengan ketetapan hati dan rasa ikhlas, Ida Mas Dalem Segara, dapat membuktikan dirinya mampu menjadi Sulinggih yang sujati di usia 23 tahun.

Sejalan dengan pengalaman hidupnya, pada Dharma Wacana ini Ida Mas Dalem Segara membawakan tema “Bekerja Ikhlas Dari Hati”. Pria yang mengaku begitu mencintai Bali ini, memaparkan bagaimana beratnya harus menjalankan takdir menjadi seorang Sulinggih. Baginya, menjadi Sulinggih bukan perkara yang mudah. Butuh komitmen, tanggung jawab serta rasa tulus dalam beryadnya. Prinsip ngayah, baginya sangat vital dalam menjalankan perannya sebagai seorang Sulinggih. Sulinggih itu, lanjutnya, secara logika artinya seorang pangayah. Ngayah kepada Sang Pencipta, dan ngayah, mengabdi dan melayani masyarakat.

Hal ini yang beliau coba relasikan dengan pekerjaan bahwa dimanapun dan apapun pekerjaan kita mesti dilakukan secara tulus ikhlas dan bertanggung jawab. Rasa berat dalam melakukan pekerjaan pasti ada, seringkali datang tanpa kita sadari namun harus ada target atau satu keinginan besar dalam diri yang dapat memacu kita menjadi pribadi yang mampu menepis segala perasaan negatif bahkan anggapan orang lain sekalipun yang mengecilkan kita.

General Manager The ONE Legian, Eka Pertama menyampaikan, “Selain upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur atas kesuksesan masa lalu, masa kini dan untuk masa depan, Dharma Wacana oleh Ida Mas Dalem Segara juga diharapkan dapat menginspirasi para karyawan The ONE Legian yang didominasi kaum milenial agar terus giat serta mencintai apa yang saat ini mereka lakukan. Bukan hanya dalam pekerjaan di area hotel namun juga dalam kehidupan sehari-hari.“

“Atas nama The ONE Legian, kami juga sangat mengapresiasi kedatangan Ida Mas Dalem Segara yang sangat low profile telah berkenan memberikan arahan serta bimbingan mengenai upacara piodalan kali ini. “, pungkas Eka Pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Stay updated, subscribe to our newsletter!
Fill in your details below to get our newsletters in your inbox daily.
We respect your privacy.